Utas Tengah Malam
Genre: Misteri / ThrillerTokoh Utama: Bayu (27 tahun, Insomnia)Jam dinding digital menunjukkan pukul 02:45 pagi. Cahaya biru dari layar laptop menjadi satu-satunya penerangan di kamar apartemen Bayu yang berantakan.
Seperti biasa, insomnia kembali menyerang. Bayu menghabiskan malamnya dengan menggulir halaman-halaman forum diskusi daring populer, "WargaNet". Ia hanya seorang silent reader, pengamat diam yang jarang meninggalkan jejak komentar.
Saat ia me-refresh halaman kategori "Misteri & Konspirasi", sebuah utas baru muncul di paling atas. Judulnya sederhana, namun ganjil:
[ASK] Apakah ada yang sedang duduk di kursi biru memakai kaos abu-abu sekarang?
Bayu tertegun. Ia menunduk melihat dirinya sendiri. Ia sedang duduk di kursi ergonomis berwarna biru tua. Ia mengenakan kaos polos berwarna abu-abu yang sudah agak melar.
"Kebetulan," gumam Bayu, mencoba rasional. Ada jutaan orang di Indonesia. Pasti ada ratusan orang yang sedang memakai kaos abu-abu di kursi biru saat ini.
Dengan tangan sedikit gemetar, ia mengklik utas tersebut.
User ID: MataMalam Diposting: Baru saja
Jantung Bayu seakan berhenti berdetak. Ia memang baru saja melakukan kedua hal itu secara berurutan. Ia menoleh ke arah jendela apartemennya yang berada di lantai 12. Gordennya terbuka sedikit, menampakkan langit Jakarta yang gelap dan penuh polusi cahaya. Mustahil ada yang mengintip dari luar di ketinggian ini."Aku sedang melihatmu. Kamu baru saja membetulkan letak kacamata dan menyesap kopi dingin di sebelah kirimu."
Bayu memberanikan diri mengetik balasan.
Bayu_X: "Siapa ini? Kalau ini lelucon, ini nggak lucu. Kamu nge-hack webcam gue?"
Bayu segera menutup kamera laptopnya dengan potongan selotip hitam. Ia menunggu. Notifikasi muncul sepuluh detik kemudian.
User ID: MataMalam
Keringat dingin mengalir di pelipis Bayu. Jangan menoleh ke belakang."Webcam-mu sudah tertutup sejak tiga bulan lalu, Bayu. Aku tidak butuh kamera. Aku hanya butuh kamu untuk tidak menoleh ke belakang."
Di belakangnya hanyalah pintu lemari pakaian yang cerminnya retak sedikit, dan pintu keluar kamar yang menuju ruang tamu gelap.
Pikirannya berpacu. Apakah ada orang yang masuk ke apartemennya? Ia ingat betul sudah mengunci pintu ganda sebelum tidur. Bayu meraih ponselnya, berniat menelepon keamanan lobi, tapi tidak ada sinyal.
Layar laptopnya berkedip. Sebuah balasan baru muncul tanpa ia perlu me-refresh halaman.
User ID: MataMalam
"Kita?" Bayu mengetik dengan jari gemetar. "Gue nggak kenal lo.""Jangan ambil ponselmu. Itu tidak akan berguna. Aku cuma mau ngobrol. Kita jarang ngobrol belakangan ini, kan?"
User ID: MataMalam
Napas Bayu tercekat. Ingatan itu menghantamnya seperti truk. Kecelakaan itu. Ia selamat karena membanting setir ke kiri, tapi mobil di sebelahnya—sedan merah itu—terbanting menabrak pembatas jalan dan jatuh ke jurang. Bayu tidak berhenti. Ia terlalu takut. Ia terus memacu mobilnya dan berpura-pura tidak melihat apa-apa di berita keesokan harinya."Kamu kenal. Coba ingat-ingat. Tanggal 12 Februari, tiga tahun lalu. Di jalan tol Cipularang. Mobil sedan merah."
Tak ada yang tahu soal itu. Tak ada saksi mata.
Bayu_X: "Itu kecelakaan. Gue panik."
User ID: MataMalam
Lampu kamar Bayu tiba-tiba mati total."Aku tahu kamu panik. Aku melihat wajahmu dari kaca spion sebelum mobilku jatuh. Aku cuma mau bilang, di bawah sini dingin, Bayu. Tapi malam ini, aku merasa hangat karena akhirnya aku menemukanmu."
Gelap gulita. Hanya layar laptop yang masih menyala redup dengan sisa baterai. Di layar itu, sebuah komentar baru muncul. Kali ini bukan teks.
Melainkan sebuah foto.
Foto itu menampilkan punggung Bayu yang sedang duduk menghadap laptop, diambil dari sudut pandang tepat di belakang kursinya, dari dalam kegelapan kamarnya sendiri. Di foto itu, terlihat tangan pucat kurus sedang memegang sandaran kursi Bayu.
Bayu merasakan hembusan napas dingin menyentuh tengkuknya.
"Ketemu," bisik suara serak tepat di telinga kirinya.
Layar laptop mati.
Keesokan Harinya:
Berita Utama: Seorang pria ditemukan meninggal dunia di apartemennya akibat serangan jantung. Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau paksaan masuk, namun laptop korban ditemukan dalam keadaan hancur total di lantai.
Di forum "WargaNet", utas berjudul "Apakah ada yang sedang duduk di kursi biru..." sudah tidak bisa ditemukan. Halaman itu menunjukkan pesan error: 404 Not Found.






